Rabu, 01 November 2017

KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM ASUHAN KEBIDANAN

  1. Pendahuluan
Komunikasi dalam bidang keperawatan dan kebidanan merupakan proses untuk menciptakan hubungan antara perawat /bidan dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengenal kebutuhan klien dan menentukan rencana tindakan serta kerja sama dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Selasa, 26 September 2017

KONSEP DASAR KOMUNIKASI


A.  Pengertian KOMUNIKASI
Komunikasi berasal dari kata latin “communicare atau communis”  yang bearti sama atau menjadi milik bersama. Bila suatu sistem atau sumber mempengaruhi yang lain dengan mengolah pemakaian isyarat-isyarat pilihan yang dapat diteruskan melalui saluran yang menghubungkan kedua belah pihak. Selanjutnya komunikasi sebagai suatu seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide dan sikap-sikap dari seseorang kepada orang lain. (Purwoastuti & Walyani, 2015)
Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok.(Dalami, et al., 2009)

Selasa, 19 September 2017

Partograf

1.        Pengertian Partograf
Partograf dipakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu       petugas  kesehatan dalam mengambil keputusan dalam penatalaksana. Partograf dimulai pada pembukaan 4 cm (fase aktif). Partograf sebaiknya dibuat untuk setiap ibu yang bersalin, tanpa menghiraukan apakah persalinan tersebut normal atau dengan komplikasi (Saefudin, 2012).
Partograf adalah bantu untuk memantau kemajuan kala satu persalinan dan informasi untuk membuat keputusan klinik (JNPK-KR, 2012).

Senin, 04 September 2017

ANAMNESA PADA IBU BERSALIN


A.    Pengertian Anamnesa
Anamnesa adalah suatu cara mengumpulkan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Informasi ini digunakan dalam proses membuat keputusan klinik untuk menentukan diagnosis dan mengembangkan rencana asuhan yang sesuai  (Indrayani &  Djami, 2016).

Rabu, 11 Januari 2017

KONSEP PEMBERIAN OBAT

A.    Pendahuluan
Obat dapat didefinisikan sebagai bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia (Katzung, 2001). Obat dapat berbentuk padat dalam suhu ruang (misalnya: aspirin, atropine), cair (misalnya: etanil), atau bentuk gas (misalnya: nitrous oxide) (Margono dan Retnaningsih, 2013).
Pentingnya bidan untuk mempelajari farmakologi agar dapat memahami tentang efek dari obat yang diharapkan sehingga mampu mengevaluasi efek pengobatan. Obat adalah suatu substansi atau bahan yang digunakan untuk mendiagnosa, menyembuhkan, mengatasi membebaskan suatu penyakit untuk mendapatkan efek terafeutik namun bisa salah dapat mengakibatkan alergi dan shock bahkan kematian oleh karena itu sebagai tenaga kesehatan harus mengetahui betul hal – hal yang berhubungan dengan pemberian obat dan teknik pemberian obat (Walyani, 2014).