Rabu, 11 Januari 2017

KONSEP PEMBERIAN OBAT

A.    Pendahuluan
Obat dapat didefinisikan sebagai bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia (Katzung, 2001). Obat dapat berbentuk padat dalam suhu ruang (misalnya: aspirin, atropine), cair (misalnya: etanil), atau bentuk gas (misalnya: nitrous oxide) (Margono dan Retnaningsih, 2013).
Pentingnya bidan untuk mempelajari farmakologi agar dapat memahami tentang efek dari obat yang diharapkan sehingga mampu mengevaluasi efek pengobatan. Obat adalah suatu substansi atau bahan yang digunakan untuk mendiagnosa, menyembuhkan, mengatasi membebaskan suatu penyakit untuk mendapatkan efek terafeutik namun bisa salah dapat mengakibatkan alergi dan shock bahkan kematian oleh karena itu sebagai tenaga kesehatan harus mengetahui betul hal – hal yang berhubungan dengan pemberian obat dan teknik pemberian obat (Walyani, 2014).


B.     Pengertian Pemberian Obat
Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan atau pengobatan bahkan pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Dalam pelaksanaanya, tenaga medis memiliki tanggung jawab dalam keamanan obat dan pemberian secara langsung ke pasien. Hal ini semata – mata untuk memenuhi kebutuhan pasien. (Walyani, 2014).
Pemberian obat kepada pasien dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya: oral, parenteral, rektal, vaginal, kulit, mata, telinga dan hidung (Uliyah dan Hidayat, 2008).

C.    Konsep Dasar           
1.      Persiapan pemberian obat
Prinsip pemberian obat menurut Joyce 1996 menyebutkan prinsip enam benar yaitu:
a.       Klien yang benar
b.      Obat yang benar
c.       Dosis yang benar
d.      Waktu yang benar
e.       Rute pemberian yang benar
f.       Dokumentasi yang benar

2.      Perhitungan dosis obat
a.       Dosis Terapi
Yaitu dosis yang mampu member efek penyembuhan
b.      Dosis Maksimum.
Yaitu dosis yang apabila dilampaui kemungkinan dapat memberi efek toksis atau mematikan (letal).
c.       Dosis Letalis
Yaitu dosis yang bila diberikan pada pengobatan dapat menimbulkan kematian (Margono dan Retnaningsih, 2013).

D.    Tekhnik Pemberian Obat
1.      Pemberian Obat Melalui Oral
Pemberian obat melalui mulut dilakukan dengan tujuan mencegah, mengobati dan mengurangi rasa sakit sesuai efek terapi dari jenis obat. (Margono, 2013).
Pemberian obat per oral adalah cara yang paling banyak dipakai kerena ini merupakan cara yang paling mujrah, aman, dan nyaman bagi pasien. Obat dapat juga diabsorpsi melalui rongga mulut (sublingual atau bukal) seperti tablet ISDN. (Walyani, 2014).
Tekhnik pemberian obat per oral
Peralatan
1.      Kartu obat, Kardex, atau formulir pencatat
2.      Cart atau tray obat
3.      Cangkir obat sekali pakai
4.      Segelas air atau sari buah
5.      Sedotan untuk minum

Langkah – langkah
1.      Kaji setiap kontra indikasi untuk pemberian obat oral, termasuk kesulitan dalam menelan, mual, muntah, inflamasi usus atau penurunan peristaltik, operasi gastrointestinal terakhir, atau penurunan atau tidak terdengar bising usus, dan suksion lambung. Dapatkan riwayat tentang alergi, riwayat pengobatan, riwayat diit, dan instruksi puasa (NPO).
2.      Tentukan kesukaan dan teloransi klien terhadap cairan untuk diminum dengan obat – obatan.
3.      Kumpulkan peralatan yang di sebutkan pada halaman sebelumnya.
4.      Periksa keakuratan dan kelengkapan kartu obat, bentuk, atau pint-out dengan pesanan tertulis dari dokter, perhatikan nama klien, nama dan dosis obat, cara dan waktu pemberian.
5.      Cuci tangan
6.      Atur trai obat – obatan dan cangkir di ruang obat atau pindahkan kartu obat untuk ditempatkan diluar ruangan klien.
7.      Siapkan obat – obatan untuk satu pasien pada satu kesempatan. Simpen tiket dan formulir obat – obatan untuk masing – masing pasien.
8.      Pilih obat yang tepat dari laci stok atau dosis unit dan bandingkan dengan kartu atau formulir obat.
9.      Hitung dosis yang tepat. Luangkan waktu. Periksa ulang hasil perhitungan.
10.  Untuk memberikan tablet atau kapsul dari botol, tuangkan jumlah yang dibutuhkan kedalam tutup botol dan pindahlan ke cangkir obat.
11.  Untuk menyiapkan dosis unit tablet atau kapsul, letakkan kapsul atau tablet yang telah dikemas ke dalam cangkir obat. Jangan lepaskan pembungkusnya.
12.  Semua tablet atau kapsul yang akan diberikan pada klien pada saat yang bersamaan diletakkan dalam satu cangkir kecuali yang pemberiannya membutuhkan pengkajian sebelumnya seperti tekanan darah dan frekuansi nadi.
13.  Jika kliien mempunyai kesulitan menelan, haluskan tablet sampai didapat bentuk bubuk. Campur dalam makanan ringan.
14.  Untuk menuangkan obat dalam bentuk cair, buka penutupya dan letakkan pada posisi terbalik.
a.       Pegang botol dengan label ditelapak tangan ketika menuangkan.
b.      Pegang cangkir obat setinggi mata dan isi sampai batas yang diinginkan. Skala harus sama dengan cairan pada dasar miniskus.
15.  Letakkan obat, kartu, formulir atau instruksi pemberian bersamaan di atas trai.
16.  Bawa obat pada klien pada waktu yang tepat.
17.  Indentifikasi kliien dengan membendingkan nama pada kartu, formulir, atau instruksi tertulis dengan nama pada pita identifikasi klien. Minta klien untuk menyebutkan namanya.
18.  Lakukan semua pengkajian prapemberian yang diperlukan.
19.  Jelaskan tujuan obat dan aksinya pada klien.
20.  Bantu klien untuk duduk atau posisi miring.
21.  Berikan obat dengan tepat. Tawarkan klien pilihan air atau sari buah dengan obat yang akan diminum. Klien mungkin berkeinginan untuk memegang obat padat ditangan atau cangkir obat sebelum meminumnya.
22.  Jika klien tidak mampu memegang obat, letakkan dengan perlahan obat di bibibrnya dan dengan perlahan masukkan kedalam mulutnya.
23.  Jika tablet atau kapsul jatuh ke lantai, buang dan ulangi persiapan dari awal.
24.  Tetap bersama klien sampai ia telah selesai menelan setiap obat yang didapatnya. Jika merasa tidak pasti apakah obat telah ditelan, minta klien untuk membuka mulutnya.
25.  Cuci tangan.
26.  Catat setiap obat yang telah diberikan pada catatan obat.
27.  Kembalikan kartu formulir atau instruksi tertulis pemberian obat ke file yang tepat untuk waktu pemberian berikutnya.
28.  Buang perlatan yang telah digunakan, isi ulang stok (misalnya cangkir dan sedotan), dan bersihkan tempat kerja.
29.  Kembali 30 menit untuk mengevaluasi respons klien terhadap obat (Potter, 1995).


2.      Tekhnik Pemberian Obat Sublingual
Sublingual adalah pemberian yang ditempatkan di bawah lidah. Dimana obat itu menjadi larut, dalam waktu yang relative singkat akan diabsorpsi oleh pembuluh darah yang ada dibawah lidah. Dirancang supaya, setelah diletakkan dibawah lidah dan kemudian larut, mudah diabsorpsi. Obat yang diberikan dibawah lidah tidak boleh ditelan. Klien tidak boleh minum sampai seluruh obat larut. Area pemberian obat melalui sublingual yang ditujukan untuk menurunkan cairan lambung dan hati yang pengobatannya melalui darah sebagai organ target (Maryunani, 2011).

Prosedur Pelaksanaan
Secara umum, persiapan dan langkah pemberian obat sublingual sama dengan pemberian obat secara oral. Hal ini yang perlu diperhatikan adalah klien perlu diberi penjelasan untuk meletakkan obat dibawah lidah dan membiarkanya tetap dibawah lidah hingga obat habis diabsorpsi. Obat tidak boleh ditelan (Kusyati, dkk, 2013).

3.      Pemberian Obat Pada Mata
Pemberian obat pada mata dengan obat tetes mata atau salep mata  digunakan untuk persiapan pemeriksaan struktur internal mata dengan mendilatasi pupil pengukuran refleksi lensa dengan melemahkan otot lensa, serta penghilangan iritasi mata (Walyani, 2014). Tekhnik pemberian obat pada mata yaitu :
a.    Peralatan dan Perlengkapan
1.      Obat mata ( Tetes atau Salep )
2.      Kapas Kering Steril/Tissue
3.      Kapas Basah (Normal Saline) steril.
4.      Kapas/Penutup mata dan plester.
5.      Sarung tangan steril
6.      Bengkok
7.      Waskom berisi larutan klorin 0,5%
b.    Prosedur Pelaksanaan
1.         Periksa dan yakinkan tentang adanya order pengobatan.
2.         Siapkan Peralatan tindakan secara ergonomis.
3.         Beritahu Pasien tindakan yang akan dilakukan.
4.         Atur posisi pasien kepala tengadah,miringkan,kepala kearah mata yang sakit.
5.         Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,keringkan dengan handuk bersih.
6.         Pakai sarung Tangan Steril.
7.         Kaji Mata Pasien ( amati gangguan pada mata ).
8.      Bersihkan kelopak mata dan bulu mata dengan kapas yang dibasahi cairan steril dengan arah dari kantus dalam menuju kantus luar.
9.      Ulangi hingga bersih.
10.  Anjurkan pasien untuk melihat keatas.
11.  Buka mata dengan cara menarik kelopak mata bawah dengan jempol atau jari-jari tangan yang tidak memegang obat.
12.  Pegang obat tetes atau salep dengan tangan satunya.
13.  Dekatkan ke mata sampai jarak 1-2cm lalu teteskan obat sesuai kebutuhan pada konjungtiva bawah 1/3 dari luar.
14.  Bila obat berupa salep,pegang pipa salep diatas kantung konjungtiva atas dan oleskan sekitar 3cm salep dari kantus ke luar.
15.  Anjurkan Pasien menutup mata tanpa mengusap obat keluar.Untuk obat cair  anjurkan menutup mata selama 30 detik dan menekan hati-hati duktus nasolakrimalis agar obat tidak masuk ke duktus tersebut.
16.  Bersihkan mata dengan kapas kering dari arah dalam keluar.
17.  Tutup mata denga kassa steril dan plester,bila diperlukan.
18.  Kaji respon pasien.
19.  Bereskan alat dan rapikan pasien.
20.  Buka sarung tangan ,sebelumnya cuci dalam larutan klorin 0,5% dan rendam sarung tangan dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit.
21.  Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,keringkan dengan handuk bersih.
22.  Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan (Kusmiyati, 2010).

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat Alimul A.Aziz dan Uliyah Musrifatul.2008.KDPK.Jakarta: Salemba Medika.
Kusmiyati Yuni.2010.KDPKK.Yogyakarta: Fitramaya.
Kusyati Eni, dkk.2013.Keterampilan dan Prosedur Laboratorium Keperawatan Dasar.Jakarta: EGC
Margono dan Retnaningsih Sari Yulianti.2013.KDK2.Yogyakarta: Rohima Press
Maryuyani Anik.2011.Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan.Jakarta: Trans Info Media.
Potter Perry.1995.Keterampilan Dan Prosedur Dasar.Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Walyani Siwi Elisabeth.2015.Keterampilan Dasar Kebidanan 1.Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar