Selasa, 26 September 2017

KONSEP DASAR KOMUNIKASI


A.  Pengertian KOMUNIKASI
Komunikasi berasal dari kata latin “communicare atau communis”  yang bearti sama atau menjadi milik bersama. Bila suatu sistem atau sumber mempengaruhi yang lain dengan mengolah pemakaian isyarat-isyarat pilihan yang dapat diteruskan melalui saluran yang menghubungkan kedua belah pihak. Selanjutnya komunikasi sebagai suatu seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide dan sikap-sikap dari seseorang kepada orang lain. (Purwoastuti & Walyani, 2015)
Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok.(Dalami, et al., 2009)
Sunarjo dan Djoenaisih Sunarjo dalam “Sari Ilmu Komunikasi” (Komunikasi persuasi dan Retorika) memberikan gambaran definisi komunikasi sebagai berikut :
1.      Charles H. Cooley
Dengan komunikasi dimaksud mekanisme yang mengadakan hubungan antara mengembangkan semua lambang dan pikiran-pikiran bersama dengan arti yang menyertainya dan melalui keleluasaan (space) serta menyediakan tepat pada waktunya.
2.      Carl I. Hovland
Ilmu komunikasi adalah suatu sistem yang berusaha menyusun prinsip-prinsip dalam bentuk yang tepat mengenai hal memindahkan penerangan dan membantuk pendapat serta sikap-sikap. Carl selanjutnya mengemukakan : komunikasi adalah proses dimana seorang individu mengoperkan perangsang untuk mengubah tingkah laku individu-individu yang lain
3.      William Albig
Komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti bagi individu-individu.
4.      Wilbur Schramm
Komunikasi adalah suatu usaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain
5.      Sir Geral Barry
Berkomunikasi adalah berunding. Bahwa dengan berkomunikasi orang memperoleh pengetahuan, informasi, dan pengalaman   karenaitu saling mengerti percakapan, keyakinan, kepercayaan dan kontrol sangat diperlukan.(Dalami, et al., 2009)
Dapat disimpulkan bahawa komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi akan dapat berhasil apabila sekiranya timbul saling pengertian yaitu jika kedua belah pihak, si pengirim dan penerima informasi dapat memahaminya. Hal ini tidak berarti bahwa kedua belah pihak harus menyetujui sesuatu gagasan tersebut, tetapi yang penting adalah kedua belah pihak sama-sama memahami gagasan tersebut. Dalam keadaan seperti inilah baru dapat dikatakan komunikasi telah berhasil baik (komunikatif).
            Jadi komunikasi adalah pernyataan manusia sedangkan pernyataan tersebut dapat dilakukan dengan kata-kata tertulis ataupun lisan di samping itu dapat dilakukan juga dengan isyarat-isyarat atau simbol-simbol.(Dalami, et al., 2009)

B.     UNSUR KOMUNIKASI
1.         Pihak yang mengawali komunikasi/sumber/komunikator
Pihak yang mengawali komunikasi untuk mengirim pesan disebut sender dan ia menjadi sumber pesan. Pengirim yang dimaksud adalah orang yang masuk ke dalam hubungan, baik intrapersonal dengan diri sendiri, interpersonal dengan orang lain atau kelompok kecil atau dalam kelompok besar. Sebelum terjadi proses komunikasi dengan orang lain, dalam pikiran si pengirim pesan terjadi rangsangan yang berasal dari faktor luar atau dari hasil pengolahan isi pikiran yang menimbulkan kebutuhan, ini akan mendorong untuk menyampaikan perasaan atau gagasan kepada orang lain.(Tyastuti, et al., 2009)
Pengirim pesan (komunikator) adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya Dalam komunikasi, setiap orang ataupun kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai proses. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh komunikator adalah penampilan, penguasaan masalah dan penguasaan bahasa.(Dalami, et al., 2009)
2.    Pesan yang dikomunikasikan/message/information
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima pesan. Agar dapat diterima dengan baik pesan hendaknya dirumuskan dalam bentuk yang tepat, disesuaikan, dipertimbangkan berdasarkan keadaaan penerima, hubungan pengirim dan penerima, dan situasi waktu komunikasi dilakukan. (Purwoastuti & Walyani, 2015)
3.    Media atau Saluran Komunikasi
          Media merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Media dapat berupa :
a.         Media Lisan
Dapat dilakukan dengan menyampaikan sendiri pesan secara lisan (oral), baik melalui telepon atau saluran lainnya kepada perorangan, kelompok kecil, kelompok besar atau massa. Keuntungan dari penyampaian pesan secara lisan ini adalah si penerima pesan mengdengar langsung tanggapan atau pertanyaan, memungkinkan disertai nada atau warna suara, gerak-gerik atau raut wajah, dan dapat dilakukan dengan cepat.
b.        Media Tertulis
Pesan disampaikan secara tertulis melalui surat, memo, hand-out, gambar dll. Keuntungannya adalah ada catatannya sehingga data dan informasi tetap utuh tidak dapat dikurangi atau ditambah seperti informasi lisan, memberi waktu untuk dipelajari cara penyusunannya dan rumusan kata-katanya.
c.         Media Elektronik
Disampaikan melalui faksimili, email, radio, televisi. Keuntungannya adalah prosesnya cepat, data bisa disimpan. (Tyastuti, et al., 2009)
4.    Lingkungan/situasi ketika komunikasi dilakukan
Lingkungan atau situasi (tempat, waktu, cuaca, iklim keadaan alam, psikologi) adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses komunikasi. Karena pada waktu berkomunikasi dengan orang lain kita perlu memperhatikan situasi. Faktor ini dapat menjadi empat macam, yaitu lingkungan fisik (keadaan geografi, jarak yang jauh, berada di tepi jalan, berada di dalam ruangan), lingkungan sosial budaya (perbedaan bahasa, adat istiadat), lingkungan psikologi (perbedaan persepsi, sikap, motivasi, kebutuhan dan keinginan) dan dimensi waktu. (Purwoastuti & Walyani, 2015)
5.    Pihak yang menerima pesan/komunikan
Komunikan adalah pihak lain yang diajak berkomunikasi, yg merupakan sasaran dalam kegiatan komunikasi atau orang yg menerima lambang atau berita. Disebut juga audience atau receiver.(Tyastuti, et al., 2009)
6.    Umpan balik
Umpan balik (feed back) dapat berbentuk bermacam-macam seperti hasil (pelaksanaan suatu tugas), laporan, sikap (yang timbul), pertanyaan, reaksi dan sebagainya.
            Bentuk-bentuk umpan balik :
a.       External feed back
Umpan balik yang diterima langsung oleh komunikator dan komunikan
b.      Internal feed back
Umpan balik yang diterima komunikator bukan dari komunikan, akan tetapi datang dari pesan itu sendiri atau komunikator itu sendiri.
c.       Direct feed back atau immediate feed back
Umpan balik langsung dalam suatu komunikasi, komunikan menggerakkan salah satu anggota badannya.
d.      Indirect feed back atau delaigged feed back
Dalam bentuk surat kepada redaksi surat kabar, penyiar radio, atau prnyiar televisi. Dalam hal ini umpan balik membutuhkan waktu.
e.       Inferential feed back
Umpan balik yang diterima dalam komunikasi massa yang disimpulkan sendiri oleh komunikator meskipun secara tidak langsung akan tetapi cukup relevan dengan pesan yang disampaikan.
f.       Zero feed back
Hal ini berarti bahwa komunikasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan dan komunikan menyampaikan umpan balik yang tidak dipahami oleh komunikan.
g.      Natural feed back
Umpan balik yang netral berarti bahwa informasi yang diterima kembali oleh komunikator tidak relevan dengan pesan yang disampaiakan semula.
h.      Positive feed back
Komunikasi yang disampaiakn oleh komunikator kepada komunikan mendapat tanggapan positif, misal dengan adanya penerimaan pada pesan yang disampaikan.
i.        Negative feed back
Komunikasi yang disampaikan oleh komunikator mendapat tantangan dari komunikan.(Dalami, et al., 2009)

C.     KARAKTERISTIK KOMUNIKASI
            Setiap komunikasi manusia berawal dan berdasarkan komunikasi interpersonal, kemudian berkembang menjadi komunikasi kelompok, organisasi, publik dan komunikasi massa. Secara umum komunikasi masusia mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.    Komunikasi adalah suatu proses Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
2.  Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara  sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
3.   Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara  sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
4.  Komunikasi bersifat simbolis. Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasa verbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.
5.  Komunikasi bersifat transaksional Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.
6.  Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi. (Liliweri, 2008)

D.      PROSES KOMUNIKASI
Model proses komunikasi dikembangkan oleh Harold D Lasswell yg disebut model Lasswell.
Model Lasswell ini dikenal dgn model SMRCE yangg merupakan singkatan dari:
1. S  = Source (Sumber)
2. M = Message (pesan)
3. R = Receiver (Penerima pesan)
4. C = Channel (Saluran yang digunakan)
5. E = Effect (pengaruh yang ditimbulkan)

E.       FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
Hambatan-hambatan dalam proses komunikasi sangatlah kompleks, Menurut Potter dan Perry (1993), faktor yang mempengaruhi komunikasi adalah :
             1.          Tahap perkembangan : Lingkungan yang diciptakan orang tua mempengaruhi                            kemampuan anak untuk berkomunikasi. 
2.      Persepsi : merupakan pandangan personal terhadap suatu kejadian. Persepsi dibentuk oleh harapan dan pengalaman.
3.     Nilai : standar yg mempengaruhi perilaku. Contoh : klien memandang abortus tidak perbuatan dosa, tapi bidan memandang sebagai dosa.
4.          Latar belakang sosial budaya
5.           Emosi : perasaan subjektif terhadap suatu kejadian, mis: sedih, marah dan senang.
6.           Jenis kelamin
7.           Pengetahuan
8.       Peran dan hubungan, contoh: cara komunikasi bidan dengan koleganya akan berbeda pada klien demikian juga orang tua dengan anak
9.            Lingkungan : tempat yg bising tidak nyaman untuk komunikasi.
10.         Jarak : jarak tertentu akan memberi rasa aman dan terkontrol.
11.    Citra diri : manusia mempunyai gambaran tertentu mengenai dirinya, status sosial, kelebihan dan kekurangannya.
12.   Kondisi fisik : indra pembicaraan mempengaruhi kelancaran komunikasi.(Yulifah & Yuswanto, 2012)

F.       BENTUK KOMUNIKASI
1.         Komunikasi Intrapersonal
Merupakan proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu. Orang tersebut berperan sebagai komunikator maupun komunikan, orang berbicara sendiri, berdialog sendiri, bertanya dan dijawab sendiri. Terjadi proses komunikasi ini karena seseorang yang memberi arti terhadap suatu objek yang diamati atau tersirat dalam pikirannya.
Komunikasi intrapersonal berfungsi :
a.    Untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, mamahami dan mengendalikan diri, serta meningkatkan kematangan berpikir sebelum mengambil keputusan.
b.    Komunikasi ini akan membantu seseorang / individu agar tetap sadar akan kejadian sekitarnya.(Purwoastuti & Walyani, 2015)
2.    Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua orang dan terjadi kontak langsung dalam bentuk percakapan. Sedangkan menurut Joseph A. Devito komunikasi interpersonal adalah proses pengiriman pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang dengan ebberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.
Komunikasi dapat berlangsung dengan berhadapan muka atau melalui media komunikasi, antara lain dengan menggunakan pesawat telepon atau radio komunikasi. Bersifat dua arah, komunikator dan komunikan saling bertukar fungsi. Disebut efektif bila akhirnya menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut.
Efektivitas komunikasi antar pribadi :
a.         Perspektif Humanis, mempunyai 5 ciri:
1)               Keterbukaan/ Openess
2)   Empati / Empathy
3)   Dukungan / Supportiveness
4)   Rasa positif / Positiveness
5)   Kesetaraan / Equality
b.         Perspektif pragmatis
1)      Confidence (bersikap yakin)
2)      Immediacy (kebersamaan)
3)      Interaction manajement (manajemen Interaksi)
4)      Expressiveness (prilaku ekspresif)
5)      Other orientation (orientasi pada orang lain)
Dalam proses komunikasi antarpribadi kemampuan komunikator diperlukan untuk mengekspresikan diri pada peranan orang lain (empati). Untuk mencapai keberhasilan dalam komunikasi tatap muka perlu didukung dengan penggunaan komunikasi kebahasaan, bahasa kial dan bahasa sikap. Ketiga peran bahasa dilaksanakan secara gabungan sehingga muncul keserasian.
Misalnya:
a.         Komunikasi kebahasaan, “saya senang dapat berjumpa dengan anda”
b.         Bahasa kial, “komunikator mengajak berjabat tangan, atau membungkukkan badan”
c.         Bahasa sikap, komunikator mengekspresikan perasaan senang dengan memandang penuh perhatian dan senyum dikulum.(Tyastuti, et al., 2009)
3.         Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah interaksi tatap muka antara tiga orang atau lebih dengan tujuan yg telah diketahui, spt berbagi informasi, pemecahan masalah yg mana anggota2nya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota yang lain secara tepat (Michael Burgoon, 1978).
Suatu bidang studi, penelitian dan penerapan yang menitikberatkan tidak hanya pada proses kelompok secara umum tetapi juga pada prilaku komunikasi individu2 pada tatap muka kelompok diskusi kecil (Goldberg, 1975).
            Media komunikasi kelompok
1.       Seminar : media komunikasi kelompok yang biasa dihadiri oleh khalayak tidak lebih dari 150 orang. Tujuan : membicarakan suatu masalah dengan menampilkan pembicara, kmdn meminta pendapat/tanggapan dari peserta seminar.
2.  Konperensi : media komunikasi kelompok yang biasanya dihadiri oleh anggota dan pengurus dari organisasi tertentu. Disebut juga dengan istilah Kongres.(Purwoastuti & Walyani, 2015)
4.         Komunikasi massa
Komunikasi adalah komunikasi umum, pesan yang disampaikan tidak ditujukan pada satu orang saja, tetapi bagi semua orang / khalayak. Komunikasi ini menyampaikan informasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak. Bersifat umum, heterogen, nonpribadi dan menimbulkan keserempakan dengan paham yang sama. Fungsi komunikasi massa adalah :
1.    Informasi : kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi di luar dirinya.
Contoh : Pemberian informasi tentang penggunaan garam iodium dalam makanan yang merupakan salah satu upaya pencegahan gondok endemik dan kretinisme.
2.    Sosialisasi : menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana orang bersikap sesuai nilai-nilai yang ada,serta bertindak sebagai anggota masyarakat secara efektif.
3.      Motivasi
4.      Bahan diskusi
5.      Pendidikan
6.      Memajukan kebudayaan
7.      Hiburan
8.      Integrasi (Tyastuti, et al., 2009)

Daftar Pustaka
1.   Dalami, E., Dahliar, I. & R., 2009. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta: TIM.
2.      Liliweri, A., 2008. Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
3.    Purwoastuti, E. & Walyani, E. S., 2015. Komunikasi dan Konseling Kebidanan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
4.  Tyastuti, S., Kusmiyati, Y. & Handayani, S., 2009. Komunikasi dan Konseling Dalam Pelayanan Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.
5.   Yulifah, R. & Yuswanto, T. J. A., 2012. Komunikasi dan Konseling Dalam Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar