A. Pengertian KOMUNIKASI
Komunikasi berasal dari kata latin “communicare atau
communis” yang bearti sama atau menjadi
milik bersama. Bila suatu sistem atau sumber mempengaruhi yang lain dengan
mengolah pemakaian isyarat-isyarat pilihan yang dapat diteruskan melalui
saluran yang menghubungkan kedua belah pihak. Selanjutnya komunikasi sebagai
suatu seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide dan sikap-sikap dari seseorang
kepada orang lain. (Purwoastuti & Walyani, 2015)
Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan
atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau
diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga
diartikan hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok.(Dalami, et al., 2009)
Sunarjo dan Djoenaisih Sunarjo dalam “Sari Ilmu
Komunikasi” (Komunikasi persuasi dan Retorika) memberikan gambaran definisi
komunikasi sebagai berikut :
1. Charles H. Cooley
Dengan komunikasi dimaksud mekanisme yang mengadakan hubungan antara mengembangkan
semua lambang dan pikiran-pikiran bersama dengan arti yang menyertainya dan
melalui keleluasaan (space) serta menyediakan tepat pada waktunya.
2.
Carl I. Hovland
Ilmu komunikasi adalah suatu sistem yang berusaha menyusun
prinsip-prinsip dalam bentuk yang tepat mengenai hal memindahkan penerangan dan
membantuk pendapat serta sikap-sikap. Carl selanjutnya mengemukakan : komunikasi
adalah proses dimana seorang individu mengoperkan perangsang untuk mengubah
tingkah laku individu-individu yang lain
3.
William Albig
Komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti bagi
individu-individu.
4.
Wilbur Schramm
Komunikasi adalah suatu usaha untuk mengadakan persamaan dengan orang
lain
5.
Sir Geral Barry
Berkomunikasi adalah berunding. Bahwa dengan berkomunikasi orang
memperoleh pengetahuan, informasi, dan pengalaman karenaitu saling mengerti percakapan,
keyakinan, kepercayaan dan kontrol sangat diperlukan.(Dalami, et al., 2009)
Dapat disimpulkan bahawa komunikasi adalah penyampaian
informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi akan
dapat berhasil apabila sekiranya timbul saling pengertian yaitu jika kedua
belah pihak, si pengirim dan penerima informasi dapat memahaminya. Hal ini
tidak berarti bahwa kedua belah pihak harus menyetujui sesuatu gagasan tersebut,
tetapi yang penting adalah kedua belah pihak sama-sama memahami gagasan
tersebut. Dalam keadaan seperti inilah baru dapat dikatakan komunikasi telah
berhasil baik (komunikatif).
Jadi komunikasi adalah
pernyataan manusia sedangkan pernyataan tersebut dapat dilakukan dengan
kata-kata tertulis ataupun lisan di samping itu dapat dilakukan juga dengan
isyarat-isyarat atau simbol-simbol.(Dalami, et al., 2009)
B.
UNSUR KOMUNIKASI
1.
Pihak yang mengawali komunikasi/sumber/komunikator
Pihak yang mengawali komunikasi untuk mengirim pesan
disebut sender dan ia menjadi sumber pesan. Pengirim yang dimaksud adalah orang
yang masuk ke dalam hubungan, baik intrapersonal dengan diri sendiri,
interpersonal dengan orang lain atau kelompok kecil atau dalam kelompok besar. Sebelum
terjadi proses komunikasi dengan orang lain, dalam pikiran si pengirim pesan
terjadi rangsangan yang berasal dari faktor luar atau dari hasil pengolahan isi
pikiran yang menimbulkan kebutuhan, ini akan mendorong untuk menyampaikan
perasaan atau gagasan kepada orang lain.(Tyastuti, et al., 2009)
Pengirim pesan (komunikator) adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk
mewujudkan motif komunikasinya Dalam komunikasi, setiap orang ataupun
kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai proses. Hal-hal
yang harus diperhatikan oleh komunikator adalah penampilan, penguasaan masalah
dan penguasaan bahasa.(Dalami, et al., 2009)
2.
Pesan yang dikomunikasikan/message/information
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan
oleh pengirim kepada penerima pesan. Agar dapat diterima dengan baik pesan
hendaknya dirumuskan dalam bentuk yang tepat, disesuaikan, dipertimbangkan
berdasarkan keadaaan penerima, hubungan pengirim dan penerima, dan situasi
waktu komunikasi dilakukan. (Purwoastuti & Walyani, 2015)
3.
Media atau Saluran Komunikasi
Media merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber
pesan kepada penerima pesan. Media dapat berupa :
a.
Media Lisan
Dapat dilakukan dengan menyampaikan sendiri pesan secara lisan (oral),
baik melalui telepon atau saluran lainnya kepada perorangan, kelompok kecil,
kelompok besar atau massa. Keuntungan dari penyampaian pesan secara lisan ini
adalah si penerima pesan mengdengar langsung tanggapan atau pertanyaan,
memungkinkan disertai nada atau warna suara, gerak-gerik atau raut wajah, dan
dapat dilakukan dengan cepat.
b. Media Tertulis
Pesan disampaikan secara tertulis melalui surat, memo, hand-out, gambar
dll. Keuntungannya adalah ada catatannya sehingga data dan informasi tetap utuh
tidak dapat dikurangi atau ditambah seperti informasi lisan, memberi waktu untuk
dipelajari cara penyusunannya dan rumusan kata-katanya.
c.
Media Elektronik
Disampaikan melalui faksimili, email, radio, televisi. Keuntungannya
adalah prosesnya cepat, data bisa disimpan. (Tyastuti, et al., 2009)
4.
Lingkungan/situasi ketika komunikasi dilakukan
Lingkungan atau situasi (tempat, waktu, cuaca, iklim
keadaan alam, psikologi) adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses
komunikasi. Karena pada waktu berkomunikasi dengan orang lain kita perlu
memperhatikan situasi. Faktor ini dapat menjadi empat macam, yaitu lingkungan
fisik (keadaan geografi, jarak yang jauh, berada di tepi jalan, berada di dalam
ruangan), lingkungan sosial budaya (perbedaan bahasa, adat istiadat), lingkungan
psikologi (perbedaan persepsi, sikap, motivasi, kebutuhan dan keinginan) dan
dimensi waktu. (Purwoastuti & Walyani, 2015)
5.
Pihak yang menerima pesan/komunikan
Komunikan
adalah pihak lain yang diajak berkomunikasi, yg merupakan sasaran dalam
kegiatan komunikasi atau orang yg menerima lambang atau berita. Disebut juga
audience atau receiver.(Tyastuti, et al., 2009)
6.
Umpan balik
Umpan balik (feed back) dapat berbentuk bermacam-macam
seperti hasil (pelaksanaan suatu tugas), laporan, sikap (yang timbul),
pertanyaan, reaksi dan sebagainya.
Bentuk-bentuk umpan balik :
a.
External feed
back
Umpan balik yang diterima langsung oleh komunikator dan komunikan
b.
Internal feed
back
Umpan balik yang diterima komunikator bukan dari komunikan, akan tetapi
datang dari pesan itu sendiri atau komunikator itu sendiri.
c.
Direct feed back
atau immediate feed back
Umpan balik langsung dalam suatu komunikasi, komunikan menggerakkan salah
satu anggota badannya.
d.
Indirect feed
back atau delaigged feed back
Dalam bentuk surat kepada redaksi surat kabar, penyiar radio, atau
prnyiar televisi. Dalam hal ini umpan balik membutuhkan waktu.
e.
Inferential feed
back
Umpan balik yang diterima dalam komunikasi massa yang disimpulkan sendiri
oleh komunikator meskipun secara tidak langsung akan tetapi cukup relevan
dengan pesan yang disampaikan.
f.
Zero feed back
Hal ini berarti bahwa komunikasi yang disampaikan oleh komunikator kepada
komunikan dan komunikan menyampaikan umpan balik yang tidak dipahami oleh
komunikan.
g.
Natural feed back
Umpan balik yang netral berarti bahwa informasi yang diterima kembali
oleh komunikator tidak relevan dengan pesan yang disampaiakan semula.
h.
Positive feed
back
Komunikasi yang disampaiakn oleh komunikator kepada komunikan mendapat
tanggapan positif, misal dengan adanya penerimaan pada pesan yang disampaikan.
i.
Negative feed
back
Komunikasi yang disampaikan oleh komunikator mendapat tantangan dari
komunikan.(Dalami, et al., 2009)
C.
KARAKTERISTIK KOMUNIKASI
Setiap komunikasi manusia berawal dan berdasarkan komunikasi
interpersonal, kemudian berkembang menjadi komunikasi kelompok, organisasi,
publik dan komunikasi massa. Secara umum komunikasi masusia mempunyai
karakteristik sebagai berikut :
1.
Komunikasi adalah suatu
proses Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi
merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan
(ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu
tertentu.
2. Komunikasi adalah suatu
upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi
adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta
sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
3. Komunikasi adalah suatu
upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi
adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta
sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
4. Komunikasi bersifat
simbolis. Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang
dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum
digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasa verbal dalam bentuk
kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.
5. Komunikasi bersifat
transaksional Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu
memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara
seimbang atau porsional.
6. Komunikasi menembus faktor
ruang dan waktu Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang
terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama.
Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet,
faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah
dalam berkomunikasi. (Liliweri, 2008)
D.
PROSES KOMUNIKASI
Model proses komunikasi dikembangkan oleh
Harold D Lasswell yg disebut model Lasswell.
Model Lasswell ini dikenal dgn model SMRCE yangg merupakan singkatan dari:
1. S = Source (Sumber)
2. M = Message (pesan)
3. R = Receiver (Penerima pesan)
4. C = Channel (Saluran yang digunakan)
5. E = Effect
(pengaruh yang ditimbulkan)
E. FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
Hambatan-hambatan dalam proses komunikasi sangatlah kompleks, Menurut
Potter dan Perry (1993), faktor yang mempengaruhi komunikasi adalah :
1. Tahap perkembangan : Lingkungan yang diciptakan orang tua
mempengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi.
2. Persepsi : merupakan pandangan personal terhadap suatu
kejadian. Persepsi dibentuk oleh harapan dan pengalaman.
3. Nilai : standar yg mempengaruhi perilaku. Contoh : klien
memandang abortus tidak perbuatan dosa, tapi bidan memandang sebagai dosa.
4. Latar belakang sosial budaya
5. Emosi : perasaan subjektif terhadap suatu kejadian, mis:
sedih, marah dan senang.
6. Jenis kelamin
7. Pengetahuan
8. Peran dan hubungan, contoh: cara komunikasi bidan dengan koleganya akan berbeda pada klien demikian juga orang tua
dengan anak
9. Lingkungan : tempat yg bising tidak nyaman untuk komunikasi.
10.
Jarak : jarak tertentu akan memberi rasa
aman dan
terkontrol.
11. Citra diri : manusia mempunyai gambaran
tertentu
mengenai dirinya, status sosial, kelebihan dan kekurangannya.
12. Kondisi fisik : indra pembicaraan mempengaruhi
kelancaran komunikasi.(Yulifah
& Yuswanto, 2012)
F. BENTUK
KOMUNIKASI
1.
Komunikasi Intrapersonal
Merupakan proses komunikasi yang terjadi dalam diri
individu. Orang tersebut berperan sebagai komunikator maupun komunikan, orang
berbicara sendiri, berdialog sendiri, bertanya dan dijawab sendiri. Terjadi
proses komunikasi ini karena seseorang yang memberi arti terhadap suatu objek
yang diamati atau tersirat dalam pikirannya.
Komunikasi intrapersonal berfungsi :
a.
Untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, mamahami dan
mengendalikan diri, serta meningkatkan kematangan berpikir sebelum mengambil
keputusan.
b.
Komunikasi ini akan membantu seseorang / individu agar
tetap sadar akan kejadian sekitarnya.(Purwoastuti & Walyani, 2015)
2.
Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua
orang dan terjadi kontak langsung dalam bentuk percakapan. Sedangkan menurut Joseph
A. Devito komunikasi interpersonal adalah proses pengiriman pesan antara dua
orang atau diantara sekelompok kecil orang dengan ebberapa efek dan beberapa
umpan balik seketika.
Komunikasi dapat berlangsung dengan berhadapan muka atau melalui media komunikasi, antara lain
dengan menggunakan pesawat telepon atau radio komunikasi. Bersifat dua arah,
komunikator dan komunikan saling bertukar fungsi. Disebut efektif bila akhirnya
menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut.
Efektivitas komunikasi antar pribadi :
a.
Perspektif Humanis, mempunyai 5 ciri:
1)
Keterbukaan/
Openess
2)
Empati / Empathy
3)
Dukungan / Supportiveness
4)
Rasa positif / Positiveness
5)
Kesetaraan / Equality
b.
Perspektif pragmatis
1)
Confidence (bersikap yakin)
2)
Immediacy (kebersamaan)
3)
Interaction manajement (manajemen Interaksi)
4)
Expressiveness (prilaku ekspresif)
5)
Other
orientation (orientasi pada orang lain)
Dalam proses komunikasi antarpribadi kemampuan
komunikator diperlukan untuk mengekspresikan
diri pada peranan orang lain (empati). Untuk mencapai keberhasilan dalam
komunikasi tatap muka perlu didukung
dengan penggunaan komunikasi kebahasaan, bahasa kial dan bahasa sikap. Ketiga peran bahasa dilaksanakan
secara gabungan sehingga muncul keserasian.
Misalnya:
a.
Komunikasi
kebahasaan, “saya senang dapat berjumpa dengan anda”
b.
Bahasa kial, “komunikator mengajak berjabat tangan,
atau membungkukkan badan”
c.
Bahasa sikap, komunikator mengekspresikan perasaan
senang dengan memandang penuh perhatian dan senyum dikulum.(Tyastuti, et al., 2009)
3.
Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah interaksi tatap muka antara tiga orang atau
lebih dengan tujuan yg telah diketahui, spt berbagi informasi, pemecahan
masalah yg mana anggota2nya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota yang
lain secara tepat (Michael Burgoon, 1978).
Suatu bidang studi, penelitian dan penerapan yang menitikberatkan tidak
hanya pada proses kelompok secara umum tetapi juga pada prilaku komunikasi individu2
pada tatap muka kelompok diskusi kecil (Goldberg, 1975).
Media komunikasi kelompok
1. Seminar : media komunikasi
kelompok yang biasa
dihadiri oleh khalayak tidak lebih dari 150 orang. Tujuan : membicarakan suatu
masalah dengan menampilkan pembicara, kmdn meminta pendapat/tanggapan dari
peserta seminar.
2. Konperensi :
media komunikasi kelompok yang biasanya dihadiri oleh
anggota dan pengurus dari organisasi tertentu. Disebut juga dengan istilah
Kongres.(Purwoastuti & Walyani, 2015)
4.
Komunikasi massa
Komunikasi adalah komunikasi umum, pesan yang disampaikan
tidak ditujukan pada satu orang saja, tetapi bagi semua orang / khalayak. Komunikasi
ini menyampaikan informasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam
dalam jumlah yang banyak. Bersifat umum, heterogen, nonpribadi dan menimbulkan
keserempakan dengan paham yang sama. Fungsi komunikasi massa adalah :
1. Informasi : kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi di luar dirinya.
Contoh : Pemberian
informasi tentang penggunaan garam iodium dalam makanan yang merupakan salah satu upaya pencegahan gondok endemik dan kretinisme.
2. Sosialisasi :
menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana orang
bersikap sesuai nilai-nilai yang ada,serta bertindak sebagai anggota masyarakat
secara efektif.
3. Motivasi
4. Bahan diskusi
5. Pendidikan
6. Memajukan kebudayaan
7. Hiburan
8. Integrasi (Tyastuti, et al., 2009)
Daftar Pustaka
1. Dalami, E., Dahliar, I. & R., 2009. Komunikasi
dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta: TIM.
2. Liliweri, A., 2008. Dasar-Dasar Komunikasi
Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
3. Purwoastuti, E. & Walyani, E. S., 2015. Komunikasi
dan Konseling Kebidanan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
4. Tyastuti, S., Kusmiyati, Y. & Handayani, S., 2009.
Komunikasi dan Konseling Dalam Pelayanan Kebidanan. Yogyakarta:
Fitramaya.
5. Yulifah, R. & Yuswanto, T. J. A., 2012. Komunikasi
dan Konseling Dalam Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar